Minggu, 16 Mei 2021

Lebih dari 700 Ribu Warga Kota Bandung Masih BABS

 

SETIAP tanggal 19 November diperingati sebagai Hari Toilet Sedunia (World Toilet Day -WTD). Peringatan ini ditetapkan PBB untuk menginspirasi tindakan guna mengatasi krisis sanitasi global. Menurut data PBB tahun 2017, di seluruh duni terdapat 4,2 miliar orang hidup tanpa  sanitasi yang layak. Sementara itu  673 juta orang melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Semua pihak harus menargetkan untuk mengakhiri BABS dan menyediakan akses ke sanitasi dan kebersihan.

Data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di tahun 2020 ini menyebutkan penduduk di Kota Bandung berjumlah 2,25 juta jiwa. Kota ini memiliki problem  pada soal sanitasi,  karena terdapati 210.991 keluarga masih melakukan aktivitas BABS. Jumlah keluarga tersebut diperkirakan setara dengan 716,35 ribu jiwa.

Pada tahun 2019, Pemerintahan Kota Bandung menyatakan akan membereskan masalah sanitasi ini 100 persen di tahun 2020. Namun dari jumlah yang tidak beranjak membaik dari tahun ke tahun itu, tampaknya optimisme yang dibangun pemerintahan Kota Bandung tidak akan terwujud.

Hal ini terlihat dari indikasi kerja yangt lamban dari tahun ke tahun. Misalnya pada tahun 2015 di Kota Bandung masih terdapat 239.314 keluarga yang BABS. Di tahun 2016  terdapat 236.533 keluarga (turun 2.781 keluarga). Pada tahun 2017 terdapat 226.384 (turun 10.149).  Tahun 2018 terdapat 224.318 (turun 2.066). Pada tahun 2019 terdapat 210.991 (turun 13.327).

Sisa lebih dari 200.000 keluarga yang masih BABS tersebut mesti membutuhkan perhatian yang ekstra. Pemerintah Kota harus mengevaluasi kinerjanya dan jangan hanya optimistis tanpa realisasi. Sebab masalah kesehatan ini menjadi tanggung jawab negara yang menyangkut kemanusiaan, bukan sekadar angka. Sekalipun hanya menyangkut satu manusia, BABS bisa berdampak mudarat pada orang lain. Apalagi jika jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa.

Rincian data BABS

Tabel di bawah ini menunjukkan data perilaku BABS di Kota Bandung tahun 2019.

(Sumber Data : http://monev.stbm.kemkes.go.id/monev/)

Diakses pada Jum’at, 13 November 2020, pukul 22.25

 Jumlah Penduduk    : 2,25 Juta Jiwa                    

Perilaku BABS         : 716,35 Ribu Jiwa

No Kecamatan Jumlah KK

Jumlah KK yang masih berperilaku BABS
1 Gedebage 9.145 kepala keluarga 733 kepala keluarga
2 Antapani 16.281 kepala keluarga 895 kepala keluarga
3 Buahbatu 27.144 kepala keluarga 2.236 kepala keluarga
4 Sukasari 15.453 kepala keluarga 1.303 kepala keluarga
5 Rancasari 18.831 kepala keluarga 2.325 kepala keluarga
6 Mandalajati 15.892 kepala keluarga 2.736 kepala keluarga
7 Cidadap 10.456 kepala keluarga 2.003 kepala keluarga
8 Cinambo 6.353 kepala keluarga 1.340 kepala keluarga
9 Cibeunying Kidul 31.019 kepala keluarga 6.782 kepala keluarga
10 Arcamanik 16.481 kepala keluarga 4.066 kepala keluarga
11 Lengkong 16.007 kepala keluarga 4.242 kepala keluarga
12 Andir 25.664 kepala keluarga 7.241 kepala keluarga
13 Ujung Berung 20.389 kepala keluarga 5.819 kepala keluarga
14 Panyileukan 8.632 kepala keluarga 2.118 kepala keluarga
15 Regol 20.603 kepala keluarga 6.908 kepala keluarga
16 Bandung Wetan 7.338 kepala keluarga 4.765 kepala keluarga
17 Cibiru 15.616 kepala keluarga 4.571 kepala keluarga
18 Bandung Kulon 30.237 kepala keluarga 10.560 kepala keluarga
19 Cicendo 21.491 kepala keluarga 8.115 kepala keluarga
20 Astana Anyar 16.596 kepala keluarga 7.170 kepala keluarga
21 Bandung Kidul 13.811 kepala keluarga 5.033 kepala keluarga
22 Kiaracondong 27.368 kepala keluarga 12.812 kepala keluarga
23 Batununggal 29.753 kepala keluarga 15.005 kepala keluarga
24 Coblong 24.523 kepala keluarga 11.240 kepala keluarga
25 Cibeunying Kaler 14.260 kepala keluarga 8.115 kepala keluarga
26 Sumur Bandung 10.617 kepala keluarga 6.630 kepala keluarga
27 Sukajadi 21.587 kepala keluarga 15.430 kepala keluarga
28 Babakan Ciparay 24.333 kepala keluarga 15.405 kepala keluarga
29 Bojongloa Kaler 30.540 kepala keluarga 19.503 kepala keluarga
30 Bojongloa Kidul 22.960 kepala keluarga 15.890 kepala keluarga
Total 569.380 kepala keluarga 210.991 kepala keluarga

 

(Enton Supriyatna Sind)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: