Sabtu, 15 Mei 2021

Kabar Khas

Sanghyang Kenit, Susur Gua di Citarum Purba
Kabar Khas

Sanghyang Kenit, Susur Gua di Citarum Purba

Foto: ESS Dalam masyarakat Sunda, kata “hyang” sering digunakan sebagai ungkapan penghormatan kepada eksistensi spiritual tak kasatmata. Bisa berupa tempat atau benda yang dianggap memiliki kekuatan supranatural. Lazimnya di depan kata ini ditempatkan “sang” yang juga menunjukkan sikap memuliakan. Maka, betapa banyak nama tempat atau benda yang didahului sebutan sanghyang. Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, setidaknya terdapat empat tempat berjuluk sanghyang. Dikenal karena menawarkan keindahan yang menjadi hiburan bagi ruhani. Ada Sanghyang Tikoro, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Poek dan Sanghyang Kenit. Semuanya berada di kawasan Waduk Saguling. Nama para hyang itu kini banyak wara-wiri di media sosial, sebagai tujuan wisata alam yang eksotis. Dari keempat lokasi bersangkutan, Sanghy...
Dari Cisanti, Sungai Terpanjang Itu Bermula
Kabar Khas

Dari Cisanti, Sungai Terpanjang Itu Bermula

  Situ Cisanti adalah hulu Sungai Citarum yang tenang dan bersih, di kaki Gunung Wayang. Kilometer 0 Citarum itu berada di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung. Berjarak sekitar 50 kilometer di selatan pusat Kota Bandung, Cisanti bisa ditempuh dalam 2 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Luas area situ sekitar 5 hektare, yang berada dalam kawasan seluas10 hektare. Air yang memenuhi danau, berasal dari tujuh mata air yang tidak pernah kering, yaitu mata air Citarum, Cikoleberes, Cikahuripan, Cihaliwung, Cisadane, Cikawudukan, dan Cisanti. Debit airnya mencapai 200-400 liter/detik. Dari tujuh mata air tersebut, Cikahuripan dan Citarum terbilang stimewa. Posisi keduanya berdekatan, dan membentuk genangan serupa kolam sebelum akhirnya bermuara di danau. Juga ada p...
Curug yang Indah, Ojek yang Ekstrim
Kabar Khas

Curug yang Indah, Ojek yang Ekstrim

Lebih dari sepuluh tahun lalu, kami pernah mengujungi Curug Malela yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kab. Bandung Barat ini. Kondisi dulu dengan sekarang sudah jauh berubah. Terutama pada kemudahan akses jalan menuju lokasi dan fasilitas di curug yang sering disebuat sebagai Niagara mini itu. Dulu, tempat wisata ini sepi pengunjung dan tidak tertata sebagai mana mestinya. Pelancong mulai banyak berdatangan seiring mewabahnya medsos. Banyak postingan mengulas curug di Sunga Cidadap ini. Terlebih setelah Pemprov Jabar menyuntikkan dana Rp 2,5 miliar dan menatanya pada 2019. Jumlah wisatawan melonjak,   berkisar antara 4.000-5.000 orang per bulan. Meski kemudian sempat tergangggu dengan wabah corona. Jarak tempuh pusat Kota Bandung sekitar 70 kilo...
Hanjeli, Air Mata Ayub untuk Turunkan Kolesterol
Kabar Khas

Hanjeli, Air Mata Ayub untuk Turunkan Kolesterol

craftlog.com SEBAGIAN dari kita yang bermasa kecil di kampung, pernah mengalami main "bebedilan" berpeluru biji hanjeli (jali jali). Senapan mainannya terbuat dari bambu atau kayu. Terdapat penjepit yang diikat karet untuk menaruh peluru hanjeli. Lalu ditarik karet ke bagian depan senapan. Pegas karet itulah yang melesatkan biji hanjeli ketika tuas penjepitnya ditekan. Kalau kena bagian tubuh dalam jarak tembak ideal, duh lumayan rasanya. Tumbuhan liar ini punya nama khas di setiap daerah. Disebut kali watu atau jangle di Jawa, Jelim atau anajali bareh di Sumatera, jelei atau luwong di Kalimantan, klumba di Papua, dan lele atau irule di Sulawesi. Jali jali mengandung asam amino, alkaloid, vitamin, protein, kalsium, zat besi, magnesium, klorida, dan glukosa. Hanjeli bisa dikonsumsi&nbs...
Bapak Gede, Sopir Para Gubernur di Awal Kemerdekaan
Kabar Khas

Bapak Gede, Sopir Para Gubernur di Awal Kemerdekaan

  AMSU adalah seorang lelaki berusia 55 tahun. Bobot tubuhnya besar dan tegap. Sehari-hari mengemudikan mobil warna biru bernomor D1, mobil dinas Gubernur Jawa Barat Sanoesi Hardjadinata. Dengan pengalaman mengemudi selama 38 tahun, Amsu sangat bangga akan pekerjaannya selama ini. Karena tubuhnya besar, rekan-relan seprofesi memangginya “Bapak Gede”. Sosok Amsu tersebut diungkapkan melalui sebuah feature dalam koran berbahasa Belanda De Preangerbode, yang terbit pada edisi tanggal 23 Juni 1952. Koran itu mungkin tertarik dengan Amsu  yang menjadi pengemudi mobil dinas beberapa tokoh penting di Jawa Barat dalamn situasi dan kondisi yang berat. Sebelum menjadi pengemudi mobil pejabat negara, Amsu memulai pekerjaannya pada tahun 1914 sebagai sopir pekebun di sebuah perusahaan d...
Awalnya Lambung Bermasalah, Kini Nono Beternak Lebah
Kabar Khas

Awalnya Lambung Bermasalah, Kini Nono Beternak Lebah

NONO Hermawan (25 tahun) sudah lama terganggu dengan asam lambungnya yang sering bermasalah. Jika sedang kumat, perut melilit dan rasa mual tidak tertahan. Perut menolak diisi makanan. Beberapa obat warung dan ramuan tradisional dikonsumsinya. Akan tetapi belum ada yang cocok memulihkan penyakitnya. Warga Kampung Adat Dusun Kuta Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis ini, kemudian mencoba mencari tahu dengan berselancar di dunia maya. Banyak informasi seputar asam lambung. Namun dia lebih tertarik kepada manfaat lebah trigona, yang dikenal juga sebagai teuweul atau klanceng, yang bisa mangatasi masalah asam lambung. Nono mempelajari segala sesuatunya secara otodidak. Dia membuat sendiri kotak yang dibutuhkan untuk budi daya lebah lanceng. Bibitnnya sendiri didapat da...
Sekolah Perjuangan Kertasari, Pendidikan di Tengah Revolusi
Kabar Khas

Sekolah Perjuangan Kertasari, Pendidikan di Tengah Revolusi

DALAM peristiwa Bandung Lautan Api tanggal 24 Maret 1946, pemerintahan, pasukan bersenjata dan penduduk harus meninggalkan Kota Bandung. Hal itu berkaitan dengan ultimatum pihak Sekutu yang memerintahkan pengosongan kota hingga jarak 11 kilometer. Salah satu lokasi pengungsian adalah kawasan Ciparay di Kabupaten Bandung. Sedangkan di luar Bandung, pengungsi tersebar antara lain di Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Banyak pengungsi yang terlunta-lunta dan hidup di pinggir jalan seperti gelandangan. Kegiatan belajar juga harus terhenti. Para pelajar juga berduyun-duyun menuju daerah yang masih dikuasai Republik Indonesia. Sebagian di antara mereka ada yang bergabung lagi dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI), kelaskaran dan badan-badan perjuangan. Keberlanjutan proses pendidikan untuk peng...
Menteri Baru, Akhirnya Berempat Satu Atap
Kabar Khas

Menteri Baru, Akhirnya Berempat Satu Atap

PRESIDEN Joko Widodo secara resmi melantik enam menteri baru dan lima wakil menteri, yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).  Di antara berseliwerannya komentar terhadap enam nama yang diperkenalkan Presiden Jokowi, Selasa (22/12/2020), muncul lukisa dua pasang tokoh di medsos yang mencuri perhatian. Entah siapa pembuatnya. Gambar tersebut mencolek kembali memori warga negeri ini akan suasana Pilpres 2019 lalu. Namun kali ini tanpa identitas nomor urut, tidak ada angka 1 dan 2. Hanya ada gambar Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno. Keempatnya mengenakan pakaian bernuansa putih dan berpeci hitam. Di bagian bawah lukisan tersebut  ada tulisan: Happy Ending ! Mungkin si pembuatnya ingin mengirim pesan, semuanya be...
Gadis Itu, Ibu dari Ayahnya
Kabar Khas

Gadis Itu, Ibu dari Ayahnya

PADA masa awal kenabian, setelah turun perintah untuk menyampaikan dakwah secara terbuka, Nabi Muhammad naik ke bukit Shafa dan  menyeru, “Wahai sekalian manusia, aku adalah utusan Allah, Tuhan semesta alam.” Orang-orang pun segera memandang ke arahnya. Nabi mengulang kalimat tersebut sampai tiga kali. Setelah itu Nabi pergi ke bukit Marwah, lalu menyeru hal yang sama dengan suara keras. Seorang tokoh Quraisy, Abu Jahal, dengan sorot mata tidak senang memperhatikan apa yang dilakukan Nabi. Lalu dia mengambil batu dan melemparkannya tepat mengenai kepala Nabi, hingga kedua mata beliau terluka. Perbuatan Abu Jahal diikuti yang lainnya. Mereka ramai-ramai melempari Rasulullah dan menghinanya. Nabi pun lari ke gunung dan bersembunyi. Insinden itu memunculkan kabar lain. “Wahai Ali, Mu...
Sang Gubernur Datang dengan Menunggang Keledai
Kabar Khas

Sang Gubernur Datang dengan Menunggang Keledai

SALMAN Al Farisi adalah salah seorang sahabat besar Rasulullah SAW. Dia punya kedudukan tersendiri di samping Nabi. "Seandainya ilmu itu berada (jauh) di bintang Tsurayya, niscaya orang-orang dari mereka ini akan mampu meraihnya," kata Nabi sambil menunjuk Salman, yang berasal dari Persia (Iran). Pada era Khalifah Umar bin Khattab, sosok sederhana itu ditugaskan sebagai Gubernu Madain di Kufah (sekarang wilayah Irak). Maka berangkatlah Salman ke Kufah untuk memulai tugasnya. Mendengar gubernur baru akan datang, warga Kufah memadati jalan raya ingin menyambut pemimpin mereka. Warga menyangka Sang Gubernur akan diiringi  rombongan besar  dengan segala keramaian. Cukup lama warga menunggu kadatangan Salman. Tapi hingga lelah rakyat menunggu, rombongan itu tidak datang juga.&nbs...