Sabtu, 23 Oktober 2021

Kabar Khas

Ngopi Samida Hyang di Bangbayang
Kabar Khas

Ngopi Samida Hyang di Bangbayang

    Salah satu sudut di Bangbayang. (Foto-foto: AP Sutarwan) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memiliki sejumlah destinasi wisata yang unik dan menarik. Tersebar di seluruh wilayah, baik di timur, barat, tengah maupun selatan dan utara Sumedang. Salah satunya, Kampung Wisata Bangbayang, di Kecamatan Situraja. Menurut catatan apakabar.news, sebelumnya, wilayah yang dekat dengan Kawasan Waduk Jatigede ini, sama sekali tidak dikenal.  Juga tidak dilirik banyak orang. Tapi kini, sudah jauh berbeda keadaannya. “Sekarang, tiap akhir pekan dan hari libur nasional, banyak wisatawan yang datang,” kata Umar, Kepala Desa Bangbayang, beberapa waktu lalu. Kampung Wisata Bangbayang tidak menjual seni budaya seperti kampung wisata lainnya. Yang dijual di sini adalah keindahan alam peg...
Sayyid Muhammad bin Holla
Kabar Khas

Sayyid Muhammad bin Holla

Nama Karel Frederik Holle (1829-1896) begitu akrab bagi siapa saja yang punya minat pada bidang perkebunan teh, sastra Sunda, pendidikan, filologi atau sejarah di Jawa Barat.  Lelaki kelahiran  Amsterdam, Belanda ini memang memiliki perhatian pada banyak bidang. Dibandingkan orang-orang Belanda pada umumnya saat itu, Holle dikenal sangat dekat dengan orang-orang pribumi. Dia berbaur dengan masyarakat di Garut dan terbiasa menggunakan pakaian seperti mereka. Bahkan pernah suatu ketika, rekannya kaget ketika bertemu Holle di perkebunan dengan berpakaian layaknya penduduk setempat. Sesuatu yang tidak biasa bagi orang-orang Eropa yang disebut-sebut berperadaban lebih maju. “Akan tetapi kita juga harus merlihat, Holle beradaptasi begitu rupa karena punya tujuan tertentu. Dia sedan...
Meski dalam Kemelut, Pendidikan Harus Berlanjut
Kabar Khas

Meski dalam Kemelut, Pendidikan Harus Berlanjut

Anak-nak Cimenyan bersiap menuju Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka   Dede Heriawan (11) masih saja terjaga pada Sabtu (24/7/2021) malam itu. Kedua orangtua dan adik-adiknya sudah terlelap ketika jarum jam menunjukkan angka 21.00. Beberapa kali dia mengubah posisi tubuhnya, tapi kantuk tidak juga datang. Padahal dia sangat ingin segera tidur nyenyak. Dede tidak ingin menunggu lama datangnya matahari esok pagi. Dia gelisah membayangkan perjalanan jauh yang akan ditempuhnya pada hari Minggu (25/7/2021). Sebab kali ini bukan perjalanan biasa. Dede tidak akan segera pulang lagi dalam waktu cukup lama. Akan meninggalkan keluarganya, yang mendiami rumah -lebih tepatnya menyerupai gubuk- di pinggir kebun milik orang lain di Kampung Cikawari Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupate...
Sanghyang Kenit, Susur Gua di Citarum Purba
Kabar Khas

Sanghyang Kenit, Susur Gua di Citarum Purba

Foto: ESS Dalam masyarakat Sunda, kata “hyang” sering digunakan sebagai ungkapan penghormatan kepada eksistensi spiritual tak kasatmata. Bisa berupa tempat atau benda yang dianggap memiliki kekuatan supranatural. Lazimnya di depan kata ini ditempatkan “sang” yang juga menunjukkan sikap memuliakan. Maka, betapa banyak nama tempat atau benda yang didahului sebutan sanghyang. Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, setidaknya terdapat empat tempat berjuluk sanghyang. Dikenal karena menawarkan keindahan yang menjadi hiburan bagi ruhani. Ada Sanghyang Tikoro, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Poek dan Sanghyang Kenit. Semuanya berada di kawasan Waduk Saguling. Nama para hyang itu kini banyak wara-wiri di media sosial, sebagai tujuan wisata alam yang eksotis. Dari keempat lokasi bersangkutan, Sanghy...
Dari Cisanti, Sungai Terpanjang Itu Bermula
Kabar Khas

Dari Cisanti, Sungai Terpanjang Itu Bermula

  Situ Cisanti adalah hulu Sungai Citarum yang tenang dan bersih, di kaki Gunung Wayang. Kilometer 0 Citarum itu berada di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung. Berjarak sekitar 50 kilometer di selatan pusat Kota Bandung, Cisanti bisa ditempuh dalam 2 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Luas area situ sekitar 5 hektare, yang berada dalam kawasan seluas10 hektare. Air yang memenuhi danau, berasal dari tujuh mata air yang tidak pernah kering, yaitu mata air Citarum, Cikoleberes, Cikahuripan, Cihaliwung, Cisadane, Cikawudukan, dan Cisanti. Debit airnya mencapai 200-400 liter/detik. Dari tujuh mata air tersebut, Cikahuripan dan Citarum terbilang stimewa. Posisi keduanya berdekatan, dan membentuk genangan serupa kolam sebelum akhirnya bermuara di danau. Juga ada p...
Curug yang Indah, Ojek yang Ekstrim
Kabar Khas

Curug yang Indah, Ojek yang Ekstrim

Lebih dari sepuluh tahun lalu, kami pernah mengujungi Curug Malela yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kab. Bandung Barat ini. Kondisi dulu dengan sekarang sudah jauh berubah. Terutama pada kemudahan akses jalan menuju lokasi dan fasilitas di curug yang sering disebuat sebagai Niagara mini itu. Dulu, tempat wisata ini sepi pengunjung dan tidak tertata sebagai mana mestinya. Pelancong mulai banyak berdatangan seiring mewabahnya medsos. Banyak postingan mengulas curug di Sunga Cidadap ini. Terlebih setelah Pemprov Jabar menyuntikkan dana Rp 2,5 miliar dan menatanya pada 2019. Jumlah wisatawan melonjak,   berkisar antara 4.000-5.000 orang per bulan. Meski kemudian sempat tergangggu dengan wabah corona. Jarak tempuh pusat Kota Bandung sekitar 70 kilo...
Hanjeli, Air Mata Ayub untuk Turunkan Kolesterol
Kabar Khas

Hanjeli, Air Mata Ayub untuk Turunkan Kolesterol

craftlog.com SEBAGIAN dari kita yang bermasa kecil di kampung, pernah mengalami main "bebedilan" berpeluru biji hanjeli (jali jali). Senapan mainannya terbuat dari bambu atau kayu. Terdapat penjepit yang diikat karet untuk menaruh peluru hanjeli. Lalu ditarik karet ke bagian depan senapan. Pegas karet itulah yang melesatkan biji hanjeli ketika tuas penjepitnya ditekan. Kalau kena bagian tubuh dalam jarak tembak ideal, duh lumayan rasanya. Tumbuhan liar ini punya nama khas di setiap daerah. Disebut kali watu atau jangle di Jawa, Jelim atau anajali bareh di Sumatera, jelei atau luwong di Kalimantan, klumba di Papua, dan lele atau irule di Sulawesi. Jali jali mengandung asam amino, alkaloid, vitamin, protein, kalsium, zat besi, magnesium, klorida, dan glukosa. Hanjeli bisa dikonsumsi&nbs...
Bapak Gede, Sopir Para Gubernur di Awal Kemerdekaan
Kabar Khas

Bapak Gede, Sopir Para Gubernur di Awal Kemerdekaan

  AMSU adalah seorang lelaki berusia 55 tahun. Bobot tubuhnya besar dan tegap. Sehari-hari mengemudikan mobil warna biru bernomor D1, mobil dinas Gubernur Jawa Barat Sanoesi Hardjadinata. Dengan pengalaman mengemudi selama 38 tahun, Amsu sangat bangga akan pekerjaannya selama ini. Karena tubuhnya besar, rekan-relan seprofesi memangginya “Bapak Gede”. Sosok Amsu tersebut diungkapkan melalui sebuah feature dalam koran berbahasa Belanda De Preangerbode, yang terbit pada edisi tanggal 23 Juni 1952. Koran itu mungkin tertarik dengan Amsu  yang menjadi pengemudi mobil dinas beberapa tokoh penting di Jawa Barat dalamn situasi dan kondisi yang berat. Sebelum menjadi pengemudi mobil pejabat negara, Amsu memulai pekerjaannya pada tahun 1914 sebagai sopir pekebun di sebuah perusahaan d...
Awalnya Lambung Bermasalah, Kini Nono Beternak Lebah
Kabar Khas

Awalnya Lambung Bermasalah, Kini Nono Beternak Lebah

NONO Hermawan (25 tahun) sudah lama terganggu dengan asam lambungnya yang sering bermasalah. Jika sedang kumat, perut melilit dan rasa mual tidak tertahan. Perut menolak diisi makanan. Beberapa obat warung dan ramuan tradisional dikonsumsinya. Akan tetapi belum ada yang cocok memulihkan penyakitnya. Warga Kampung Adat Dusun Kuta Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis ini, kemudian mencoba mencari tahu dengan berselancar di dunia maya. Banyak informasi seputar asam lambung. Namun dia lebih tertarik kepada manfaat lebah trigona, yang dikenal juga sebagai teuweul atau klanceng, yang bisa mangatasi masalah asam lambung. Nono mempelajari segala sesuatunya secara otodidak. Dia membuat sendiri kotak yang dibutuhkan untuk budi daya lebah lanceng. Bibitnnya sendiri didapat da...
Sekolah Perjuangan Kertasari, Pendidikan di Tengah Revolusi
Kabar Khas

Sekolah Perjuangan Kertasari, Pendidikan di Tengah Revolusi

DALAM peristiwa Bandung Lautan Api tanggal 24 Maret 1946, pemerintahan, pasukan bersenjata dan penduduk harus meninggalkan Kota Bandung. Hal itu berkaitan dengan ultimatum pihak Sekutu yang memerintahkan pengosongan kota hingga jarak 11 kilometer. Salah satu lokasi pengungsian adalah kawasan Ciparay di Kabupaten Bandung. Sedangkan di luar Bandung, pengungsi tersebar antara lain di Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Banyak pengungsi yang terlunta-lunta dan hidup di pinggir jalan seperti gelandangan. Kegiatan belajar juga harus terhenti. Para pelajar juga berduyun-duyun menuju daerah yang masih dikuasai Republik Indonesia. Sebagian di antara mereka ada yang bergabung lagi dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI), kelaskaran dan badan-badan perjuangan. Keberlanjutan proses pendidikan untuk peng...