Minggu, 7 Maret 2021

Jabar Minta 30,4 Juta Vaksin, Hanya Dapat Setengahnya

Ilustrasi: bppt.go.id

BANDUNG.- Pemprov Jawa Barat telah mengajukan sebanyak 30,4 juta dosis vaksin Covid-19 kepada pemerintah pusat. Namun yang disetujui hanya setengahnya atau 15,4 juta dosis vaksin. Karena itu akan diupayakan untuk menambah kekurangan tersebut agar kebutuhan bisa terpenuhi.

“Vaksin yang 15 juta ini tidak sekaligus habis.  Jadi untuk menambah yang setengahnya lagi, kita bisa mengantisipasi dengan cara yang biasa kita lakukan. Bapak Presiden juga sudah menyampaikan,  untuk kabupaten, kota, dan provinsi agar menganggarkan belanja vaksin,” kata Wakil  Gubernur  Jabar  Uu Ruzhanul Ulum, usai rapat  pengendalian Covid-19 di Mapolda Jabar, Selasa (22/12/2020).

Menurut Wakil Ketua Komite Penanggulangan Covid-29 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat ini, secara lisan Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan tentang upaya penambahan jumlah vaksis tersebut. “Namun demikian, kita masih menunggu secara tertulis juklak dan juknisnya. Karena memang juklak juknis bukti fisik itu akan bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

Dikatakan Uu Ruzhanul Ulum, sudah 10 bulan lamanya masyarakat berada dalam pusaran pandemi Covid-19.  Meski begitu, diharapkan warga Jabar tetap mematuhi protokol kesehatan dan bersabar menunggu kedatangna vaksin.  Menurut informasi terakhir yang diterimanya, vaksin akan datang warga Jabar pada pertengahan Januari.

Dalam upaya menanggulangi penyebaran Covid-19, kata UU, pihaknya akan bersikap tegas dan memastikan semua aturan tentang penanggulangan itu dilaksanakan.  Dia meminta masyarakat untuk bekerja sama dengan baik dan besabar menghadapi masalah ini.

Tahap pertama

Seperti diberitakan sebelumnya,vdengan tibanya 1,2 juta dosis vaksin Sinovac buatan China, Pemeritah Provinsi Jawa Barat mengajukan 500 ribu warganya untuk mendapatkan vaksin impor tahap pertama. Jumlah tersebut terdiri dari 350.000 tenaga medis dan 150.000 TNI/Polri.

Hal itu dikatakan Gubernur Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Makodam Siliwangi, Senin (7/12/2020). “Kita prioritaskan sebanyak 350.000 untuk tenaga kesehatan dan 150.000 untuk TNI/Polri, yang bertugas langsung dalam mengatasi pandemi di garis depanu,”ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut.

Sejauh ini, kata Emil, belum ada arahan dari pemerintah pusat terkait  kuota vaksin untuk Jabar. “Kita belum tahu. tapi urutan kita kalau pakai saf, maka saf pertama tenaga kesehatan, saf kedua TNI/Polri, saf ketiga mereka di zona merah. Tentang zona merah, mayoritas mengumpulnya di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kota/Kabupaten Bekasi, kemudian Kota Bandung,” katanya.

Pemprov Jabar juga sudah menyiapkan 15 gedung untuk menangani kasus Covid-19 di Jabar. Sarana tersebut disediakan lantaran jumlah okupansi rumah sakit di Jabar mencapai 75 persen. Gedung yang dipersiapkan ini terdiri dari asrama, hotel hingga gedung lainnya.

“Ada asrama-asrama yang akan dikelola sebagai ruang isolasi oleh dokter dan tenaga kesehatan. Kemudian ada 4 hotel yang disiapkan. Jadi total menjadi 15 gedung yang akan kita siapkan mengantisipasi libur panjang dan pilkada. Tapi tidak kita harapkan terjadinya peningkatan,” tuturnya. (Sup)***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: