Jumat, 22 Oktober 2021

Maroko dan Israel Membuka Hubungan Diplomatik

Cuitan Donald Trump. Foto: Istimewa

Menyusul UEA, Bahrain, dan Sudan, kini Maroko resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Kepastian itu diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui postingannya di twitter.

Trump adalah mediator normalisasi hubungan kedua negara ini. Dia mengatakan, Maroko setuju membuka hubungan diplomatik dengan Jerusalem. Sebagai imbalannya, AS mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat.

Israel dan Maroko pernah punya hubungan diplomatik. Namun hubungan ini berakhir pada 2002 menyusul peristiwa  intifada kedua pada 2002. Menurut Jerusalem Post, kedua negara akan membuka kembali kedutaan segera, menempatkan masing-masing duta besar, dan memulai penerbangan langsung.

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menyambut baik pemulihan hubungan diplomatik ini. “Saya menyambut baik kabar dari Washington hari ini tentang pemulihan hubungan Israel dengan Maroko. Israel mengucapkan terima kasih kepada Presiden Donald Trump dan timnya yang mengupayakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” ujar Ashkenazi di akun Twitter-nya.

Dia menambahkan, kesepakatan ini mencerminkan “persahabatan yang dalam dan sudah berlangsung lama” antara kedua negeri. Ashkenazi bahkan mengimbau negara Arab lainnya untuk mengikuti “Perjanjian Ibrahim” (Abraham Accord) yang disponsori Trump.

Raja Maroko, Muhammad VI mengamini pengumuman Trump. Dia mengatakan Maroko akan segera menandatangani pembukaan kembali hubungan diplomatic ini. Raja Muhammad VI meminta Palestina tidak usah khawatir dengan pembukaan ini, karena Maroko akan tetap mendukung solusi dua negara (two-state solution).

Belum ada tanggapan dari Presiden Palestina Mahmud Abbas. Namun stasiun televisi Aljazeer mengatakan, Raja Muhammad VI sudah menelepon Mahmud Abbas, dan menjamin penyelesaian Palestina. (Budhiana Kartawijaya)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: