Minggu, 16 Mei 2021

FPI: Ada Penghadangan dan Penculikan

Ilustrasi. (aktualitas.id)

JAKARTA.- Front Pembela Islam (FPI) membenarkan terjadinya insiden penembakan di tol Jakarta-Cikampek.  Akan tetapi kelompok pimpinan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) punya versi sendiri. FPI menyebut peristiwa tersebut sebagai penghadangan terhadap rombongan MRS perjalanan di tol menuju tempat pengajian subuh.

FPI juga menyebutkan, ada pihak yang melakukan penculikan. “Benar ada peristiwa penghadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS dan keluarga serta penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal IB. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Karawang Timur,” bunyi keterangan tertulis yang ditandatangani Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum Munarman, Senin (7/12/2020).

Diterangkan, rombongan MRS dini hari itu menuju suatu tempat pengajian internal keluarga. Dalam rombongan tersebut juga ada cucu yang masih balita. Kegiatan itu juga disebutkan untuk memulihkan kondisi.

“Namun dalam perjalanan menuju lokasi pengajian, rombongan Habib Rizieq dihadang oleh orang tak dikenal. Rombongan dihadang oleh preman OTK (yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan IB). Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga,” ujar Shabri.

Akibat insiden tersebut, 6 orang pengawal belum diketahui keberadaannya. “Dan mohon doa juga IB HRS. Untuk lokasi IB HRS, demi alasan keamanan dan keselamatan beliau beserta keluarga, maka kami tidak bisa sebutkan. Demikian pernyataan ini kami buat,” ungkapnya.

Tembak mati

Seperti diberitakan, 6 orang pengikut MRS tewas ditembak polisi dalam sebuah baku tembak di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) sekitar pukul 00.30. Sementara itu empat orang lainnya melarikan diri. Tidak ada yang terluka dari pihak kepolisian.

Menurut Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, kejadian berawal dari adanya informasi rencana pengerahan massa saat MRS diperiksa di Polda Metro Jaya dari berbagai sumber. Atas informasi tersebut, tim Polda Metro kemudian melakukan penyelidikan. Saat tim Polda Metro mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan polisi tersebut dipepet.

“Sekitar pukul 00.30 WIB di jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB,” jelas Fadil Imran, yang didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). (Pri)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: