Jumat, 26 Februari 2021

Hari Pohon Sedunia, Turunkan Spanduk dan Cabuti Paku

Konunitas pecinta alam d Kabupaten Bandung bersihkan pohon dari spanduk. Dok. Dadang Hermawan

SEKELOMPOK anak muda itu bergegas naik ke sejumlah pohon pelindung di pinggir jalan di kawasan Baleendah Kabupaten Bandung, Sabtu (21/11/2020). Sejumlah spanduk iklan obat kuat, reklame lembaga pendidikan dan media kampanye para calon Bupati Bandung dalam waktu singkat sudah menumpuk di pinggir jalan.

Kemudian dengan perkakas seadanya, mereka mencabuti paku-paku yang tertanam di pohon-pohon itu. Selesai di satu lokasi, mereka berpindah lagi ke lokasi lainnya. Serentak melakukan hal yang sama tanpa banyak bicara. Mereka membersihkan pepohon dari berbagai jenis tindakan vandalisme.

Orang-orang itu bukanlah petugas Satpol PP yang sedang melakukan razia limbah visual di pepohonan. Mereka adalah pegiat lingkungan yang dengan caranya sendiri sedang memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 November. Tanpa upacara seremonial, cukup dengan pembuktian kepedulian pada kesehatan pohon.

“Ini kegiatan yang biasa kami adakan setiap tahun. Pembersihan pepohonan dilakukann serentak di beberapa titik seperti Solokanjerukan, Rancaekek, Cijapati, Majalaya, Wangi Sagara, Rancakole, Ciparay,  dan Baleendah,” ujar Dadang Hermawan, salah seorang pegiat lingkungan yang ikut dalam aksi di kawasan Baleendah.

Tidak kurang dari 200 orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung yang beranggotakan 182 kelompok pecinta alam. Bergerak secara swadaya dengan cara udunan (iuran bersama) untuk menjalankan aksinya.

“Air dan makanan bawa sendiri-sendiri. Kegiatannya selain membersihkan pohon dari gangguan vandalisme, juga ada aksi penanaman pohon. Sebagian lagi berkegiatan mengajak anak-anak untuk mengenali pohon dan mencintainya, antara lain dengan cara memeluk pohon,” ujar pria yang akrab disapa Dadang Utun ini.

Sebenarnya Dadang Utun prihatin. Sebab tidak ada satu pun dari tiga pasang calon Bupati Bandung yang merespon kegiatan Hari Pohon Sedunian ini.  Padahal dia sudah memberi tahu kepada semua tim sukses cabup. Termasuk agar memberi imbauan kepada para pendukungnya supaya semua mencabut semua alat peraga kampanye (APK) yang dipasang di pohon.

“Tetapi tidak ada jawaban, tidak ada respon. Padahal bagus, kalau mereka memberi contoh mencopot sendiri APK-nya. Itu akan menjadi contoh, sekaligus bentuk kepedulian pada lingkungan. Tapi mungkin tim suksesnya kurang cerdas,” tuturnya.

Kampanye mananam

Hari Pohon Sedunia di November diperingati untuk menghormati jasa-jasa Julius Sterling Morton (22 April 1832 – 27 April 1902) dari Amerika yang gigih dalam mengkampanyekan gerakan menanam pohon. Dia sangat berharap adanya pohon untuk berteduh, pemecah angin dan fungsi pohon lainnya.

Tujuan Hari Pohon adalah untuk meningkatkan kesadaran manusia akan pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk hidup lainnya, untuk mengurangi pemanasan global, mencegah banjir, tanah longsor, tempat hidup fauna dan membuat iklim mikro yang baik.

Dikutip dari World Economic Forum, pohon saat ini merupakan teknologi yang paling hemat biaya dan terbaik untuk penghilangan dan penyimpanan karbon. Perusahaan di seluruh dunia bekerja untuk mengurangi dan mengimbangi emisi karbon.

“Karena itu kita harus menggalakkan kebiasaan menanam pohon di tengah masyarakat. Jadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah kebutuhan rutin. Tidak perlu upacara-upacara yang memakan biaya. Sebab yang penting itu tumbuh kesadaran akan pentingnya kehadiran pohon bagi kehidupan manusia,” ujar Abdul Hamid relawan Odesa Indonesia. (Enton Supriyatna Sind)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: