Sabtu, 15 Mei 2021

Jokowi: Hentikan Penghinaan pada Islam

Sebuah koran di Iran menggambarkan Macron seperti iblis.

JAKARTA.- Kecaman terhadap Presiden Perancis Emmanuel Macron terus mengalir dari berbagai belahan dunia, termasuk dari sejumlah pemimpin negara. Presiden Joko Widodo menyebut Macron telah melukai perasaan umat Islam seluruh dunia.

“Penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antar umat beragama. Padahal saat ini seluruh dunia memerlukan persatuan untuk menanganani pandemi COVID-19,” ujar Jokowi melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10/2020).

Presiden Jokowi menegaskan kebebasan berekpresi yang mencideri kesucian dan kesakralan simbol agama tidak bisa dibenarkan. Untuk itu, Jokowi mengatakan hal itu harus dihentikan. “Ini harus dihentikan,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah RI mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Pernyataan Macron itu dianggap melukai perasaan 2 miliar muslim di seluruh dunia. Hal itu dilontarkan dalam situs resmi Kemlu RI, Jumat (30/10).

Rusia melarang

Seperti diberitakan, sejumlah negara Islam mengecam Prancis dan Presiden Emmanuel Macron setelah otoritas Prancis menegaskan hak mereka untuk mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Sikap tersebut tetap disampaikan, walaupun mereka tahu akan menyinggung umat Muslim.

Berbeda degangan Perancis, Rusia menegaskan tidak akan mengizinkan media di negaranya menghina agama Islam. “Pemerintah tak mengizinkan penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW. “Rusia memiliki undang-undang yang melarang pelecegan agama seperti itu,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Seperti dikutip dari Anadolu, Peskov menegaskan, keberadaan media seperti itu di Rusia tidak mungkin sama sekali, termasuk dari segi perundang-undangan saat ini. Saat ini di Rusia ada sekitar 20 juta umat Islam. Meskipun bukan yang terbanyak atau minoritas, keberadaannya dilindungi UU.

Sementara itu pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menilai apa yang dilakukan Macron sebagai tindakan bodoh dan penghinaan bagi Islam. Ali Khamenei sangat menyayangkan ucapan Macron yang justru melindungi aktivitas penistaan agama. Dalam Islam, menyamakan Nabi Muhammad dengan gambar makhluk apapun merupakan bentuk penistaan. (Sup)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: