Selasa, 2 Maret 2021

Sumpah Pemuda di Bandung Utara

Para relawan menanam bibit pohon di Merakdampit, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (28/1010/2020). Foto: apakabar.news

BANYAK cara dilakukan orang untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Puluhan relawan Yayasan Odesa Indonesia menandainya dengan menanam berbagai jenis bibit pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU), Selasa (28/10/2020). Lokasi penanaman antara lain di Merakdampit dan Pesanggrahan, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Kegiatan diawali dengan upacara sederhana pengucapan bersama teks Sumpah Pemuda. Setelah itu bersama anggota TNI Subsektor 17 Sektor 22  Satgas Citarum Harum dan warga setempat, para relawan menanam pohon di sekitar lahan pertanian dan di pinggir jalan.

“Ini salah satu cara kami memperingati Sumpah Pemuda. Menghijaukan lingkungan adalah bagian dari enjaga tanah tumpah darah Indonesia, supaya tetap terpelihara,” kata koordinator kegiatan, Ahmad Syauki kepada apakabar.news di lokasi penanaman.

Menurutnya, jenis pohon yang ditanam di antaranya sukun, kelor, mangga, nangka, jeruk, mahoni, dan sirsak. Bibit tanaman diperoleh dari para dermawan.

Kegiatan seperti ini, kata Syauqi, rutin dilakukan Odesa Indonesia di KBU. Bekerja sama dengan berbagai pihak, dalam dua tahun terakhir, sedikitnya sudah 28.000 pohon ditanam di KBU. “Pada masa pandemi Covid-19 ini memamg kegiatan penanaman  berkuran,” ujar Syauqi lagi.

Kondisi kritis

KBU adalah dataran tinggi yang fungsi idealnya sebagai daerah resapan air. Namun demikian, kawasan tersebut terus menerus mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia, dalam bentuk bangunan fisik dan pertanian tidak ramah lingkungan.

Menurut data, dari sekitar 39 rb hektare luas KBU, terdapat 18 ribu hektare dalam kondisi kritis. Penghijauan yang dilakukan pihak berwenang selama ini, berlangsung secara sporadis dan tidak terpola.

“Menurut penghitungan kita, dibutuhkan sedikitnya 10 juta bibit pohon untuk menghijaukan lagi KBU. Saat ini yang ditanam berbagai pihak belum mencapai 1 juta pohoh,” ujar Ketua Yayasan Odesa Indonesia, Faiz Manshur. (Enton Supriyatna Sind)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: