Minggu, 7 Maret 2021

Pelabuhan Patimban Siap Beroperasi

kppip.go.id

JAKARTA.- Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dijadwalkan mulai beroperasi Desember 2020. Pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok tersebut,  sudah siap menghubungkan berbagai wilayah produktif di kawasan Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, dan sekitarnya.

“Perkembangan tersebut, terungkap dalam rapat koordinasi terkait pembangunan Pelabuhan Patimban yang dilangsungkan secara virtual belum kama ini,” ujar Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia GL. Kalake, di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Menurut Asisten Deputi Infrastuktur Konektivitas Kemenko Marves, Rusli Rahim, tentang pemberdayaan nelayan yang terkena dampak  pembangunan Pelabuhan Patimban, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban.

Untuk menyongsong pengoperasian pelabuhan tersebut, KSOP Patimban melakukan kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JIKA), menggelar berbagai pelatihan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek. Termasuk juga pelatihan bongkar muat barang, kuliner, pengoperasian kapal nelayan 10 GT, securiti, cleaning service, dan sebagainya.

Menurut catatan, sebelum pembangunan Pelabuhan Patimban, nelayan dengankapal di bawah 2 GT bisa menangkap ikan di perairan sekitarnya. Mereka dapat mengantongi uang Rp 1,5 juta- Rp 2 juta tiap hari.  Akan tetapi dengan adanya pengerukan pelabuhan, penghasilan mereka menurun drastis, hanya sekitar Rp 300.000 – Rp500.000 per hari. Di kawasan itu ada empat tempat pelelangan ikan (TPI) yakni TPI Terungtum, Genteng, Laian, dan Ujunggebang), dengan total jumlah nelayan 1.530 orang.

Pelabuhan Patimban disiapkan sebagai pelabuhan terbesar untuk kegiatan ekspor-impor otomotif. Model semacam ini sudah diterapkan di Thailand dengan kehadiran Pelabuhan Laem Chabang yang jaraknya 80 kilometer dari Bangkok. Pemerintah menargetkan, Pelabuhan Patimban  selesai pada tahun 2027.

Pada tahapan pertama, investasi yang diperlukan sekitar  Rp 29 triliun. Keseluruhan nilai total investasi yang dibutuhkan hingga selesai pada 2027 bisa mencapai Rp 50 triliun. Total luas area Pelabuhan Patimban mencapai 654 hektare. Lebih luas dari Tanjung Priok yang hanya 604 hektare. Dari jumlah tersebut, 300 hektare di antaranya akan diperuntukkan bagi peti kemas dan terminal kendaraan. Sedanglan 354 hektare lainnya akan disiapkan untuk back up area.

Segitiga Rebana

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu fasilitas yang mengapit  Segi Tiga Rebana yang meliputi Cirebon, Patimban, Kertajati. Kawasan ini digadang-gadang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat dengan didukung 3 konektivitas wilayah yaitu Pelabuhan Patimban di Subang, Bandara Kertajati di Majalengka, dan Pelabuhan Cirebon.

Pada kawasan tersebut akan dibangun 10 Kawasan Industri dan Kota Baru, 6.857 Perusahaan, 13 Sektor, 38.352 Hektar lahan Perumahan, dan 3.39 Juta Penduduk. Selain itu, manfaat dari pembangunan tersebut akan menghasilkan sumber daya listrik, air, pusat data dan keamanan, peluang kawasan ekonomi khusus, dan perizinan/lisensi.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat M. Taufiq Budi Santoso, memastikan Segitiga  Rebana sudah dalam tahap sosialisasi pada kabupaten/kota di kawasan tersebut. “Supaya kolaborasi dengan kabupaten/kota, nanti kita menyusun konsep pengembangan yang lebih matang karena harus sesuai tata ruang kabupaten/kota,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dari hasil analisa sementara di 3 wilayah tersebut ada setidaknya 10 calon lokasi yang dari aspek tata ruang memiliki kesesuaian seperti berada di luar kawasan sawah dan hutan lindung. Kesepuluh calon lokasi ini dalam RTRW daerahnya diperuntukan untuk kota baru dan permukiman pedesaan. Sementara yang di Aerocity Kertajati paling tidak sudah disiapkan 3.480 hektar ditambah dengan perencanaan sebelumnya yang mencapai 9.600 hektar.  (Sup)***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: