Sabtu, 12 Juni 2021

Negatif Corona, 32 Makam Dibongkar Lagi

TPU Cikadut Kota Bandung (ESS/AKN)

BANDUNG, (AKN).- Sebanyak 32 jenazah yang dimakamkan di lokasi khusus korban Covid-19 TPU Cikadut Kecamatan Mandalajati Kota Bandung, telah dipindahkan dan dimakamkan kembali di pemakaman keluarga masing-masing. Sejak Maret lalu sudah 182 jenazah Muslim dan 27 jenazah non-Muslim dimakam di tempat tersebut.

“Penggalian dan pemakaman kembali jenazah itu tergantung pihak keluarga. Setelah mereka mendapatkan surat keterangan dari rumah sakit, yang menyebutkan jenazah tersebut negatif Covid-19,” kata Dede Lesmana, dari bagian administrasi TPU Cikadut kepada apakabar.news, Minggu (4/10/2020).

Dede menjelaskan, tidak semua yang dimakamkan di lokasi khusus tersebut positif tertular Covid-19. Langkah itu dilakukan karena mengikuti protokol kesehatan pihak rumah sakit yang menanganinya. Sementara surat yang menerangkan pasien bersangkutan positif atau negatif Covid-19, baru keluar beberapa waktu kemudian.

“Jadi bagi keluarga yang ingin memakamkan jenazah di TPU sendiri, harus menunggu surat itu. Kalau ternyata negatif, makam bisa digali kembali. Memang jadi dua kali dalam pengurusan jenazah. Kalau tak salah, di RS Hasan Sadikin sudah lebih bagus. Beberapa jam setelah pasien meninggal, sudah bisa diketahui positif atau negatifnya dari Covid-19,” ujarnya.

Di lokasi khusus itu, tempak dua makam yang belum lama dibongkar. Plastik pembungkus jenazah masih berserakan di dekat lobang makam yang menganga. Sedangkan kayu bekas peti jenazahnya dibakar. Salah satu makam yang dibongkar, sebelumnya diisi jenazah warga Majalengka.  Semalam, keluarganya memindahkan jenazah tersebut setelah diketahui negatif Covid-19.

Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan 2 hektare lahan pemakaman di TPU Cikadut untuk korban Covid-19 dari kalangan Muslim dan 1 hektare untuk non-Muslim. Pada awal kasus corona ini merebak, banyak penolakan dari warga terhadap pasien tertular corona dimakamkan dekat pemukiman mereka. Luas total TPU Cikadut mencapai 100 hektare.

Ketika Maret lalu Covid-19 merebak, tabah Dede, angka penguburan pasien bersangkutan naik. Kemudian turun lagi. Tapi pada dua bulan terakhir angkanya naik lagi. “Tidak tahu bagaimana ke depannya. Namun kami selalu siaga,” katanya.

Mini lockdown

Sementara itu berkaitan belum meredanya tingkat penularan Covid-19, Pemkot Bandung  mewacanakan dilakukanya mini lockdown pada pekan depan. Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, mini lockdown dimaksud sama dengan yang sempat diterapkan saat penerapan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di kawasan Secapa AD di Hegarmanah.

“Orang tidak bisa bebas masuk keluar pada jam-jam tertentu. Kecuali memang ada sesuatu yang penting.  Mereka yang terkena virus ini, ditangani sebaik mungkin, dipenuhi kebutuhannya,” ujar Ema,di Balai Kota Bandung, Jumat (2/10/2020). Hingga kini kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung berada di angka 0,79 dan kasus positif aktif sebanyak 143 orang. (Sup/AKN)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: