Minggu, 16 Mei 2021

Tag: wisata alam

Sanghyang Kenit, Susur Gua di Citarum Purba
Kabar Khas

Sanghyang Kenit, Susur Gua di Citarum Purba

Foto: ESS Dalam masyarakat Sunda, kata “hyang” sering digunakan sebagai ungkapan penghormatan kepada eksistensi spiritual tak kasatmata. Bisa berupa tempat atau benda yang dianggap memiliki kekuatan supranatural. Lazimnya di depan kata ini ditempatkan “sang” yang juga menunjukkan sikap memuliakan. Maka, betapa banyak nama tempat atau benda yang didahului sebutan sanghyang. Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, setidaknya terdapat empat tempat berjuluk sanghyang. Dikenal karena menawarkan keindahan yang menjadi hiburan bagi ruhani. Ada Sanghyang Tikoro, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Poek dan Sanghyang Kenit. Semuanya berada di kawasan Waduk Saguling. Nama para hyang itu kini banyak wara-wiri di media sosial, sebagai tujuan wisata alam yang eksotis. Dari keempat lokasi bersangkutan, Sanghy...
Dari Cisanti, Sungai Terpanjang Itu Bermula
Kabar Khas

Dari Cisanti, Sungai Terpanjang Itu Bermula

  Situ Cisanti adalah hulu Sungai Citarum yang tenang dan bersih, di kaki Gunung Wayang. Kilometer 0 Citarum itu berada di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung. Berjarak sekitar 50 kilometer di selatan pusat Kota Bandung, Cisanti bisa ditempuh dalam 2 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Luas area situ sekitar 5 hektare, yang berada dalam kawasan seluas10 hektare. Air yang memenuhi danau, berasal dari tujuh mata air yang tidak pernah kering, yaitu mata air Citarum, Cikoleberes, Cikahuripan, Cihaliwung, Cisadane, Cikawudukan, dan Cisanti. Debit airnya mencapai 200-400 liter/detik. Dari tujuh mata air tersebut, Cikahuripan dan Citarum terbilang stimewa. Posisi keduanya berdekatan, dan membentuk genangan serupa kolam sebelum akhirnya bermuara di danau. Juga ada p...
Curug yang Indah, Ojek yang Ekstrim
Kabar Khas

Curug yang Indah, Ojek yang Ekstrim

Lebih dari sepuluh tahun lalu, kami pernah mengujungi Curug Malela yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kab. Bandung Barat ini. Kondisi dulu dengan sekarang sudah jauh berubah. Terutama pada kemudahan akses jalan menuju lokasi dan fasilitas di curug yang sering disebuat sebagai Niagara mini itu. Dulu, tempat wisata ini sepi pengunjung dan tidak tertata sebagai mana mestinya. Pelancong mulai banyak berdatangan seiring mewabahnya medsos. Banyak postingan mengulas curug di Sunga Cidadap ini. Terlebih setelah Pemprov Jabar menyuntikkan dana Rp 2,5 miliar dan menatanya pada 2019. Jumlah wisatawan melonjak,   berkisar antara 4.000-5.000 orang per bulan. Meski kemudian sempat tergangggu dengan wabah corona. Jarak tempuh pusat Kota Bandung sekitar 70 kilo...