Sabtu, 21 Mei 2022

Kaimana Siap Mengembangkan Sektor Pariwisata

Kaimana
Kota Kaimana mulai berbenah diri untuk menyambut wisatawan domestik dan mancanegara (Foto: Bonni Irawan)

Kaimana.- Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang sejak dulu terkenal dengan julukan Kota Senja ini,  berpotensi memiliki kalender kegiatan tahunan kepariwisataan yang tidak hanya bicara tentang pesona senjanya saja. Tapi juga potensi wisata alam dan budaya. Misalnya wisata sejarah terkait peninggalan-peninggalan Perang Dunia ke II dan prasejarah,.

“Kekayaan alamnya baik di gunung maupun di laut sangat luar biasa indah dan unik. Ragam kuliner makanan laut juga begitu banyak. Keramahan masyarakatnya dapat menjadi modal besar dalam pembangunan sektor pariwisata, yang mampu mendorong peningkatan sektor ekonomi lainnya,” kata Bupati Kaimana, Freddy Thie, saat berbincang dengan apakabar.news di kantornya, Kamis (13/1/2022).

Di sela jadwal kerjanya yang padat, Freddy Thie, meluangkan waktunya untuk berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta berdiskusi dengan pelaku pariwisata, terkait program-program yang akan disusun dalam kalender kegiatan tahunan kepariwisataan di daerah tersebut.

“Ini menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Kaimana dan PT Air Lines Batik Air. Dilakukan untuk membuka lebih banyak aksesibilitas transportasi. Sebelumnya, masih terbatas baik dari jenis pesawat maupun jumlah penerbangan,  sehingga mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan,” kata  Freddy.

Pemkab Kaimana saat ini masih menunggu hasil verifikasi dan sertifikasi dari Dirjen Perhubungan Udara. Langkah itu dilakukan untuk memastikan bisa atau tidaknya pesawat berbadan besar jenis Air Buss 320 Seri 200 masuk Kaimana.

Seiring dengan itu, Freddy Thie bergerak mempersiapkan langkah cepat penyokong untuk memajukan Kaimana agar sama dengan daerah lain. Program kerja daerah pun terintegrasi antara kedinasan dan kolaborasi dengan para pelaku usaha, baik dengan pengusaha lokal maupun luar Kaimana.

CEO Bitread, Anisa Khairunnisa dan CEO Panca Narasi Digital, Bonni Irawan (kanan),  didampingi Alexander Nussy (kiri), pelaku wisata, bertemu dengan Bupati Kaimana, Freddy Thie di ruang kerjanya untuk menjajaki kerja sama, Kamis (13/1/2020). (Foto: Istimewa)

Diburu pelancong

Dalam catatan Freddy, tidak banyak daerah di Papua bahkan di Indonesia yang memiliki ragam potensi narasi seperti     Kaimana. Jika dikemas secara tepat, akan diburu para pelancong. Di Kaimana terdapat keragaman budaya dari delapan suku adat dan kuliner khasnya. Kekuatan adat dan alamnya membuat Kaimana tetap terjaga dengan pesona eksotis yang tersembunyi.

“Kita percaya dan yakin akan mampu memanfaatkan momentum kerjasama ini, untuk menggali lebih dalam peluang-peluang kerja sama segala bidang untuk memajukan Kabupaten Kaimana,” tutur Freddy.

Sementara itu Alexander Nussy, seorang pelaku usaha transportasi lokal sangat menunggu program-program yang dibuat Pemkab Kaimana.”kami akan menunggu dan sangat mendukung langkah kerja pemda dalam mengenalkan potensi wisata yang ada di Kaimana. Ini juga akan mendorong kami memperbaiki kualitas organisasi, agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” ujarnya.

Sedangkan Raja Adat Muda Namatota, Randi Asnawi Ombaier, menjelaskan, Kaimana memiliki banyak ragam potensi alam dan budaya, yang dapat dikemas dalam wisata konservasi dan pendidikan (edu-ekowisata). Dengan melibatkan desa adat sebagai desa wisata, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Senada dengan itu, pelaku pariwisata lainnya, Lisa, menjelaskan, Kaimana banyak memiliki modal besar untuk pariwisata. Hal ini harus diimbagi dengan kesadaran masyarakatnya untuk menjaga dan melestarikannya. Penyelam profesional yang juga memiliki Resort Triton Bay itu, berencana   membuat program edukasi untuk penguatan kepedulian masyarakat dalam menjaga alamnya sejak usia dini. (Bon)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: