Rabu, 3 Maret 2021

Basarnas Serahkan Serpihan Pesawat Sriwijaya Air ke DVI

Foto: Basarnas

JAKARTA – Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito selaku SAR Coordinator (SC) pada pelaksanaan operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ182 menerima serpihan-serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat, yang sebelumnya diberitakan hilang kontak di kawasan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki tersebut.

Selanjutnya, kantung berisi serpihan pesawat tersebut diserahkan kepada Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang diwakili Kompol Asep Winardi, Kasubdit Dokpol, untuk diperiksa lebih lanjut.

Seperti dirilis pihak Basarnas lewat akun Twitter @SAR_NASIONAL,  penyerahan serpihan badan pesawat itu berlangsung di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok. Penyerahan dilakukan Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator, Minggu (10/1/2021) dinihari sekitar pukul 00.10 WIB.

Serpihan pertama yang sudah dimasukkan ke dalam kantong mayat tersebut sampai ke Posko Terpadu, Sabtu (09/1/2021) malam sekitar pukul 23.55 WIB.

“Serpihan ini ditemukan oleh tim SAR di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Serpihan-serpihan ini yang sebelumnya beredar di berbagai media,” ungkap Bagus Puruhito.

“Yang pasti, kami semua, Basarnas beserta seluruh stake holder atau Potensi SAR bersinergi, bekerja bersama-sama dalam pelaksanaan operasi SAR ini,” imbuhnya.

Kabasarnas juga meminta doa seluruh masyarakat agar pesawat yag hilang kontak tersebut segera dapat diketemukan.

Hilang kontak

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air bernomor registrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 jatuh di Kepulauan Seribu. pesawat Sriwijaya SJ-182 route Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitat pukul 14.40 WIB. Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 56 penumpang, terdiri dari: 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Pesawat tetrsebut pada awalnya hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11 ribu kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13 ribu kaki.

Beberapa waktu setelah pesawat dilaporkan hilang, petugas dan warga menemukan kabel dan serpihan diduga milik pesawat tersebut. Penemuan terjadi perairan Pulau Laki Kepulauan Seribu. Puing-puing itu telah dievakuasi. (Sup)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: