Selasa, 21 September 2021

Atap Geo Theater yang Ambruk Masih Acak-acakan

Gedung Serba Guna Geo Theater. Foto: Hadadi

SUMEDANG.- Atap Gedung Serba Guna Geo Theater Pusat Budaya Sunda di Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Sumedang, yang ambruk diterjang angin kencang, Selasa (8/12/2020) malam, belum dirapikan. Pantauan Kamis (10/12/2020) kondisinya masih acak-acakan, serpihan material bangunan berserakan di lokasi tersebut.

Angin kencang menyapu gedung  tersebut sekitar pukul 19.30. Akibatnya, sebagian besar atap bangunan itu terkelupas dan menyisakan rangka kayu. Genting-gentingnya  berserakan di tanah. Hanya  sedikit yang masih terpasang di atap. Gedung serba guna itu dibangun tahun 2019 dengan biaya Rp 3,9 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kab. Sumedang Gungun A Nugraha mengatakan, pengerjaan Gedung Serba Guna Geo Theater sudah sesuai  spesifikasi dan diawasi  konsultan pengawas.

“Atapnnya ambruk,  karena bahan kayunya  multiplek sehingga tidak kuat menahan terjangan angin kencang. Robohnya atap bangunan ini murni akibat disapu angin  kencang. Kondisi  ini tidak diperhitungkan dari awal,” ujarnya  ketika dihubungi di Sumedang, Rabu (9/12/2020).

Menurut dia, Dinas Perkimtan kini sedang menunggu hasil kajian dari tim konsultan perencanaan terkait ambruknya  atap gedung itu. Konsultan perencanaannya tadi pagi-pagi sudah ke sini. Mereka punya hak cipta untuk membangun. “Mereka juga harus menganalisa sendiri terkait ambruknya atap bangunan Geo Theater ini,”  tutur Gungun. (Hadadi)***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: