Minggu, 25 Juli 2021

Trotoar Licin, Ibu Gendong Bayi Terjatuh dan Pingsan

Trotoar di Jln. Prabu Geusan Ulun Sumedang. Foto: Hadadi

SUMEDANG.- Lantai trotoar percobaan di Jalan Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang sering makan korban. Banyak pejalan kaki yang terjatuh terpeleset karena lantainya licin, bahkan ada yang sampai pingsan.  Karena itulah warga di Lingkungan Panday, Kel. Regol Wetan, Kec. Sumedang Selatan protes atas kondisi tersebut.

Kecelakaan terakhir terjadi Rabu (11/11/2020) lalu sekira pukul 14.00. Seorang ibu rumah tangga yang sedang menggendong bayinya  jatuh hingga pingsan ketika menginjak lantai trotoar yang licin itu. Warga langsung menolong dengan membawanya ke tempat aman.  Beruntung bayinya tidak mengalami cedera.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemda terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Lantai trotoar yang licin ini harus segera dibongkar.  Apalagi sekarang musim hujan,” ujar Uut, warga setempat,  Kamis (12/11/2020).

Menurutnya,  lantai trotoar tersebut membahayakan para pejalan kaki, sehingga harus segera dibongkar dan diganti dengan tegel yang permukaanya kasar. Dia sudah beberapa kali melihat langsunhg sejumlah pejalan kaki terjatuh.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Nano (50). Belum lama ini, katanya, ada penarik becak yang jatuh hingga tangannya sobek terkena ujung keramik yang runcing. “Jangankan pejalan kaki, mandor projeknya saja pernah jatuh terpeleset saat membangun trotoar ini,” tuturnya.

Trotoar itu memiliki panjang 300 mneter dan lebar 1,2 meter. Projek pembuatan trotoar dilaksanakan pada November 2019.  Warga sudah beberapa kali protes tapi tidak digubris. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, Ketua RW 01 Lingkungan Panday, Encep Nadi, berencana memasang tali rapia agar orang tidak melintas di trotoar tersebut.

Akan diperbaiki

Ketika dikonfirmasi di kantornya,  Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kab. Sumedang, Helmi Hasanudin mengatakan, mengakui sebagian tegel lantai trotoar itu memang licin. Tegel yang licin itu dipasang pemborong projek, tanpa mengindahkan saran dari pihaknya.

Sejak awal dinas  sudah menyarankan agar lantainya semua dipasang dengan keramik  kasar tipe R-10. Di luar sepengetahuan pihak PUPR, malah dipasang yang licin atau R-7. Tak heran jika banyak pejalan kaki yang terjatuh.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk  perbaikan ke depan. Trotoar itu projek percontohan yang dibangun tahun kemarin. Karena trotoar ini membahayakan, sehingga kami akan segera memperbaikinya,” tuturnya.

Dinas PUPR akan segera memperbaiki  trotoar itu dengan mengganti tegel keramik yang licin dengan yang kasar supaya aman bagi para pejalan kaki. Perbaikan akan dilakukan pertengahan Desember nanti dengan projek penunjukan langsung senilai Rp 200 juta. (Hadadi)***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: