Jumat, 26 Februari 2021

Macan Tutul Kawah Putih Akhirnya Mati

Foto: Humas BKSDA Jabar

BANDUNG.- Macan tutul betina yang ditangkap di kawasan Kawah Putih, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (23/10) hanya mampu bertahan hidup tiga hari. Hewan tersebut akhirnya mati pada Senin (26/10/2020) pagi. Berbagai upaya sudah dilakukan dokter, perawat dan keeper di Kebun Binatang Bandung dibantu tim BKSDA Jawa Barat untuk menyelamatkannya.

“Ya, setelah berbagai usaha dilakukan. tim dokter dari Kebun Binatang Bandung sudah berupaya sejak datangnya macan tutul itu pada Jumat pekan lalu. Kondisinya memang sudah terluka,” ujar Sulhan Syafi’i, Marcom Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoological Garden -Bazoga), dalam siaran persnya, Senin (26/10/2020).

Menurut Sulhan, tim penyelamat sudah memberi infus dan antibiotik pada macan tutul yang bernama ilmiah  Panthera pardus itu. Tapi rupanya kondisi luka yang cukup parah dan sudah bernanah, juga karena trauma, mengakibatkan macan tutul itu tidak bisa bertahan.

“Pada Sabtu lalu sebenarnya macan tutul ini sudah bisa makan dan menghabiskan 1 kg hati sapi dan sedikit daging cincang. Antibiotik pun sudah diberikan untuk mencegah luka lebih parah agar cepat sembuh,” katanya lagi.

Berdasarkan video yang dilihatnya, Sulhan mengungkapkan, pada saat penangkapan pun macam tutul tersebut tidak bereaksi. Hal itu menunjukkan keadannya sudah sudah sangat lemah. Menurtu perkiraan dokter Bazoga, sudah lima hari hewan tersebut dan tidak mendapatkan makanan. Saat kulitnya ditarik pun sudah sangat kering.

Tim dokter Bazoga pun, pada saat kedatangan macan tutul mengatakan kemungkinan 50% sembuh dan 50% akan mati. Namun demikian segala upaya untuk menyelamatkannya tetap dilakukan. (Pri)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: