Sabtu, 15 Mei 2021

Kalahkan Justin Gaethje, Khabib Pensiun

Khabib Nurmagomedov (Foto: UFC)

ALHAMDULILLAH. Kata itu yang pertama kali keluar dari mulut Khabib Nurmagomedov setelah mengalahkan Justin Gaethje pada penyatuan gelar juara dunia kelas ringan UFC (Ultimate Fighting Championship) di Yas Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10/2020) dini hari WIB.

Nurmagomedov, petarung asal Rusia, mengalahkan Gaethje (Amerika Serikat) dengan kuncian triangle choke pada ronde kedua. Triangle choke adalah mencekik leher lawan dengan kaki dalam konfigurasi menyerupai bentuk segitiga.

Nurmagomedov (32 tahun) adalah juara bertahan kelas ringan UFC, sementara  Gaethje (31) adalah juara interim kelas ringan UFC. Bagi Nurmagomedov, ini adalah kemenangan ke-29 secara beruntun tanpa pernah kalah sekali pun. Sementara, bagi Gaethje, ini adalah kekalahan ketiga sepanjang kariernya.

Dengan penampilan yang mengesankan tersebut banyak pihak menyakini Nurmagomedov bisa mencapai rekor menang-kalah yang fantastis, yakni 30-0, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pemain terbesar sepanjang masa (Greatest of All Time/GOAT) Mixed Martial Arts (MMA/Seni Beladiri Campuran).

Namun, keputusan mengejutkan justru disampaikan Nurmagomedov bahwa ia menyatakan pensiun dari pertarungan MMA. “Ini adalah  pertarungan terakhir saya. Saya datang ke sini tanpa didampingi ayah saya. Ini adalah pertama kalinya sepanjang karier saya. Ketika UFC meminta saya untuk bertarung melawan Justin, saya harus berbicara dengan ibu saya selama tiga hari,” kata Nurmagomedov saat diwawancarai pembawa acara UFC di atas panggung.

“Ibu (saya) tidak ingin saya bertarung tanpa didampingi ayah(saya). Tapi, saya berjanji kepada ibu saya bahwa ini adalah pertarungan terakhir saya. Saya harus memenuhi janji saya. Ini adalah pertarungan terakhir saya,” tuturnya.

“Saya hanya ingin satu hal dari UFC. Anda harus menempatkan saya sebagai peringkat pertama pound for pound di dunia. Karena saya layak mendapatkannya,” ucapnya.

Peringkat pound for pound adalah ranking seluruh petarung di roster UFC tanpa memperhitungkan perbedaan divisi atau kelas berat badan. Saat ini, peringkat pertama pound for pound UFC diduduki Jonathan Dwight “Jon” Jones (kelas berat ringan asal AS). Sementara Khabib Nurmagomedov berada di peringkat kedua, Israel Adesanya (ketiga), Stipe Miocic (keempat) dan Kamaru Usman (kelima).

Nurmagomedov menambahkan, kemenangan kali ini dipersembahkan buat ayah, sekaligus pelatihnya, Abdulmanap (57 tahun) yang meninggal dunia pada Juli 2020 karena kompliasi setelah terpapar virus corona (Covid-19).

Terima kasih

Nurmagomedov pun berterima kasih kepada Gaethje yang mengatur perjalanan orang tuanya dalam penerbangan internasional untuk pertama kalinya guna menyaksikan dirinya bertarung meraih gelar juara. Selain itu, Gaethje pun membantunya menurunkan berat badan dalam waktu singkat saat akan bertarung melawan Darrell Horcher empat tahun lalu.

“Terima kasih banyak, Justin. Pada tahun 2016, saya ingin ketika saya harus menurunkan berat badan, Anda banyak membantu saya. Terima kasih, brother,” ucap Nurmagomedov.

“Saya tahu bagaimana hebatnya Anda (Gaethje). Saya tahu bagaimana Anda sangat peduli dengan orang-orang terdekat Anda. Saya tahu banyak tentang Anda. Saya berharap Anda akan jadi juara dunia di masa mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden UFC, Dana White mengungkapkan para penggemar MMA di seluruh dunia sangat beruntung bisa menyaksikan pertarungan Nurmagomedov versus Gaethje. Soalnya, tiga minggu lalu, Nurmagomedov mengalami patah kaki.

“Saya mendengar rumor bahwa ia mengalami patah kaki, tiga minggu lalu. Dua jari kakinya dan tulang kakinya patah. Orang-orang  terdekatnya yang berkata kepada saya tapi tidak pernah disampaikan ke siapa pun,” ujar White seperti dikutip BBC.

“Dia adalah salah satu petarung paling tangguh di muka bumi. Dia akan menempati peringkat pertama pound for pound di dunia. Dia layak menyandang status petarung terbesar sepanjang masa (GOAT),” tegas White. (Edi Purwanto)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: