Sabtu, 24 Juli 2021

PDAM Sulit Dapatkan Sumber Mata Air Baru

SUMEDANG.- PDAM Tirta Medal hingga saat ini masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan sumber mata air baru. Karena warga di sejumlah tempat menolak aktivitas perusahaan air minum itu di daerah mereka. Padahal pengadaan air untuk masyarakat harus terus dilakukan, agar pelayanan kepada masyarakat menimngkat.

“Kemudian banyak pula keluhan dari pelanggan, ketika mendapati air yang masuk ke rumah mereka dari PDAM Tirta Medal itu kotor. Ini harus diperbaiki,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, usai pelantikan Dirut PDAM Tirta Medal, Moch. Taufik  Suryakusumah dan Direktur Teknik, Deni Rochendi,  di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Selasa (3/11/2020).

Menurut Dony, ada hambatan komunikasi dengan warga sehingga pencarian mata air ditolak masyarakat. Hal  itu harus diatasi dengan mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat sekitar sehingga tidak terjadi rebutan air. “Bisa dengan dialog dan musyawarah. Pengambilan airnya bisa diatur, antara kebutuhan petani dengan  air minum PDAM,” ucapnya

Dony mewanti-wanti agar PDAM Tirta Medal  segera mengatasi berbagai permasalahan krusial, baik di internal maupun eksternal perusahaannya.  Permasalahan di tubuh BUMD tersebut sudah berlangsung lama dan diketahui masyarakat luas.

PDAM Tirta Medal dikepung berbagai masalah. Tidak hanya tentang sumber mata air baru, tapi juga pembengkakan jumlah karyawan, tunggakan gaji, tunjangan karyawan serta terlilit utang. Semua orang juga sudah tahu,  ada permasalahan krusial di  PDAM.  Karena itu direktur yang baru harus punya tanggungjawab besar untuk mengatasinya.

“Misalnya, dengan melakukan   pemulihan kinerja, keuangan, operasional, pelayanan serta masalah kontinyuitas ketersediaan air sehingga bisa terus mengalir kepada para  pelanggan,” kata Dony Ahmad Munir.

Perbaiki komunikasi

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PDAM Tirta Medal Moch. Taufik  Suryakusumah mengatakan, untuk mengatasi persoalan sumber mata air baru, dia akan mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat. “Tidak ada masalah dengan masyarakat, cuma komunikasi saja yang kurang intensif.  Kaitan keluhan air PDAM kotor,  itu pun  akan kami perbaiki,” ujarnya.

Permasalahan internal dan eksternal, akan diatasi semaksimal mungkin dengan beberapa tahapan sesuai arahan bupati sebagai pemilik BUMD “Sebetulnya sebagian tahapan sudah berjalan, ketika saya menjadi Pjs (pejabat sementara). Sekarang tinggal mengembangkan kondisi perusahaan,” tuturnya.

Masalah utang pun, katanya, kini sudah diselesaikan. Gaji karyawan sudah dibayar tepat waktu dan  utang kepada perbankan juga sudah beres. Kondisi PDAM  sekarang, mulai bangkit kembali.  Kami punya skema keuangan, teknis dan pelayanan. Insya Allah, tinggal  tancap gas,” ujar Taufik dengan yakin.

Masalah keuangan, kata dia, PDAM sudah  melakukan efisiensi.  Contohnya, ada beberapa tunjangan karyawan yang dihilangkan. Pasalnya, penerimaan perusahaan harus lebih besar dari pengeluaran.  Sekarang pengeluarannya sudah efisien sehingga kondisi keuangan PDAM  mulai  untung kembali. Dampak positifnya, kini perusahaan sudah bisa membayarkan beberapa kewajiban untuk   karyawan tepat waktu. (Dia)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: