Sabtu, 27 Februari 2021

Tentang Jack Ma yang Bukan Pebisnis

Jack Ma

KARENA saya sering membuka website Alibaba, keponakan saya kelas 4 SD itu terkadang melihat layar laptop saya. Ia bertanya:

“Kok websitenya begitu,” tanyanya.

“Begitu bagaimana?”

“Gak enak saja dilihat,” sahutnya.

“Terus yang enak yang bagaimana?”

Keponakan saya tak menjawab, hanya tertawa. Lalu dia bertanya, saat menampilkan sosok Jack Ma.

“Itu siapa?” dia bertanya.

“Jack Ma yang punya Alibaba”

“Itu ecommerce yang dulu dibilang Abang ya?” begitu dia berkomentar.

Saya agak bingung menjawabnya sebab kalau menjawab iya, itu tidak sesuai yang saya ketahui. Kalau dijawab tidak, saya akan kebingungan menjelaskan tentang sesungguhnya Jack Ma dengan Alibaba-nya. Belum kunjung saya jawab, dia pergi karena panggilan bermain. Dan ini mendorong saya menulis di sini. Sedikit saja.

Jack Ma tidak pernah berpikir membangun ecommerce atau niaga. Sama sekali bukan cita-citanya dan dia lebih memilih memimpikan agar tumbuh ecommerce di kalangan kaum muda. Dia lebih ingin agar kaum perempuan bisa berbisnis lewat online.

Di beberapa negara Asia dia sudah mulai berhasil menawarkan gagasannya untuk menjawab problem ekonomi dan sosial bagi jutaan orang untuk urusan ekonomi dan sosial, terutama pada usaha kecil.

Sekitar 4 tahun lalu. Pada tahun yang sama saya bekerja sama urusan kecil-kecilan aliexpress, Jack Ma sedang tertantang mendorong Rusia karena Rusia begitu luas dengan beragam sumberdaya manusia dan aset alam.

Jack Ma tertantang oleh perilaku bisnis orang Rusia yang terlalu lama akibat urusan ekspedisi yang jauh disertai gangguan alam. Ia mencoba untuk menjawab tantangan itu supaya bisnis anak-anak muda Rusia lebih cepat. Begitu berhasil memfasilitasi penggiriman barang menjadi 45 hari, orang Rusia bilang itu hebat.

Tapi Jack Ma punya pikiran lain. Dia tidak merasa hebat karena ia menginginkan durasi pengiriman hanya menjadi  45 jam dan itu belum tercapai.

Membangun logistik

Sampai bulan September 2019 Jack Ma masih berkutat pada problem itu.  Untuk Rusia yang begitu luas, ia kompromi karena alam dan transportasinya berbeda dengan Cina. Target diturunkan menjadi 15 hari pengiriman. Jika mau tercapai kecepatan target 45jam bisa, tapi Rusia harus membangun logistik.

Jack Ma telah banyak berbicara dengan pelaku bisnis termasuk kampus di Rusia.  Bagaimana sebaiknya kaum muda rusia melangkah awal membangun kekuatan logistik?

Jack Ma berpikir mulai mencari peluang, dan ia sandarkan pada potensi manusia. Ada dua potensi orang rusia untuk memainkan kerja logistik yaitu fisika dan matematika. Berangkat dari dua ilmu itulah ia mulai menginvenstasikan dana besar membangun laboratorium.

Untuk apa Jack Ma menggarap kaum muda Rusia? Jawabnya mengatasi problem ekonomi dan sosial global. Ingat, ekonomi dan sosial, bukan niaga apalagi sekadar ecommerce, apalagi hanya untuk dirinya. Ia ingin kehebatan kaum muda Rusia dalam fisika dan matematika itu bersama-sama mengatasi problem abad ini dengan mesin kecerdasan buatan.

Untuk membangun rusia jack ma tertantang karena tidak mungkin bisa cepat, butuh 10, 15 bahkan 20 tahun. Maka segeralah dimulai sejak sekarang.

Bagaimana Jack Ma mengajak anak-anak muda Moskow? Anda punya bakat, konsumen kami punya sedikit uang, ayo kita jalankan bersama-sama.

Ada satu hal yang penting dicatat pula, bagaimana pada orang yang kekurangan teknologi? Jack Ma menjawab, jangan khawatir, masa depan kita bukan pada teknologi. Saya lebih khawatir kalau Anda kekurangan imajinasi.

Dan tak perlu khawatir tentang masa depan bersama teknologi, teknologi tak akan menggantikan peran manusia melainkan selalu menambah jumlah manusia mendapatkan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: