Sabtu, 12 Juni 2021

Tag: Cimenyan Kumuh

Sanitasi Warga, Antara “Sepiteng” dan Paralon
Kabar Khas

Sanitasi Warga, Antara “Sepiteng” dan Paralon

PIPA paralon ukuran 2 inci dengan panjang sekitar 6 meter itu menjulur dari atas ke bawah. Ujungnya hampir menyentuh sisi kiri teras rumah Asep Dadang (30). Lalu berbelok menyusuri celah sempit rumah tersebut, melingkar ke belakang dan turun lurus, hingga berakhir di sebuah sungai kecil. Pipa yang panjangnya lebih dari 25 meter itu, bukanlah saluran air bersih. Melainkan kanal pembuangan kotoran. Paralon itu milik tetangganya, yang berumah di tanah lebih tingggi persis di atas rumah Asep. Tidak berbeda, keluarga Asep juga melakukan hal yang sama untuk urusan pembuangan limbah harian manusia. “Memang kebanyakan rumah di sini membuang kotorannya ke sungai lewat pipa paralon. Jarang yang punya ‘sepiteng’. Rasanya lebih praktis saja,” ujar pedagang sayur keliling warga  RT 02 RW 14 Po...
Sudah 28 Jamban Umum untuk Warga Cimenyan
Kabar Khas

Sudah 28 Jamban Umum untuk Warga Cimenyan

  PEKERJAAN Toha Odik (45) sehari-harinya adalah petani. Lahan garapannya tidak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Oraytapa, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Akan tetapi belakangan ini profesinya bertambah. Di sela-sela kesibukannya mencangkul atau menyiangi tanaman, Toha menjadi “arsitek” pembangunan jamban umum. “Ya saya mah apa sajalah. Sabisa-sabisa we. Bagaimana caranya dana yang ada bisa cukup untuk ngebangun WC umum. Tidak pakai gambar-gambar, prung sajah dikerjain,” kata Toha, Kamis (5/11/2020), di lokasi pembangunan jamban umum untuk warga  RT 02 RW 14 di Pondok Buahbatu Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Beberapa waktu lalu, Toha juga harus menempuh perjalanan cukup jauh ke luar dari Cimenyan. Membangun jamban umum di...