Sabtu, 24 Juli 2021

Di Tempat Acara HRS, Puluhan Orang Positif Covid-19

Doni Monardo

JAKARTA. –Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo, menyatakan puluhan orang yang berada dalam kerumunan massa saat acara Habib Rizieq Shihab (HRS) terpapar Covid-19. Karena itu kepada warga yang berada di tempat-tempat kegiatan tersebut  diimbau untuk segera tes Polymerase Chain Reaction (PCR)

“Hari ini, di Petamburan kita melakukan tes PCR terhadap 15 orang hasilnya 7 orang positif Covid19. Sedangkan di Megamendung dari 559 ang dites, 20 orang positif. Di Tebet, terdapat 50 orang positif  Covid-19,” ujar Doni Munardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, dalam siaran persnya, Jumat (20/11/2020).

Doni Munardo meminta masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Tebet dan Petamburan di Jakarta Selatan serta Megamendung Kabupaten Bogor segera melakukan tes PCR. “Kami mengimbau masyarakat segera mendaftarkan diri ke RT/RW di wilayahnya untuk mendapatkan test PCR secara gratis,” ujarnya. Seperti diketahui, di tiga tempat tersebut HRS menggelar acara yang menimbulkan kerumunan besar.

Pihaknya telah menyebarkan rapid test swab antigen sebanyak 2.500 unit kepada  Puskesmas yang wilayahnya berpotensi terjadi peningkatan kasus seperti di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.  Pemngurus RT dan RW di Tebet, Petamburan dan Megamendung dapat berkoordinasi dengan Puskesmas tersebut.

Dikatakan, ts PCR ini juga disarankan bagi orang-orang yang turut dalam penjemputan Habib Rizieq ke Bandara Soekarno-Hatta. “Kami memohon kesadaran seluruh masyarakat, termasuk yang turut menjemput Habib Rizieq untuk melakukan tes PCR. Ini demi melindungi diri serta keluarga.

“Dengan melakukan tes PCR ini dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Jika dalam pemeriksaan tersebut ada yang positif Covid, maka dapat langsung melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah yaitu di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat,” tuturnya.

Sadar dan ikhlas

Doni berharap  adanya kerja sama dengan  semua komponen masyarakat di berbagai daerah, terutama di Jakarta dan Jawa Barat. Khususnya juga para ketua RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat yang kemarin ikut dalam kegiatan Habib Rizieq  mohon dengan kesadaran sendiri untuk melapor kepada ketua RT dan RW.

Saat berbicara di Boyolali,  Doni mengungkap pihaknya juga telah mengingatkan terkait potensi kerumunan massa di acara Habib Rizieq itu. Namun baik dari pemerintah pusat maupun daerah tidak bisa mencegah terjadinya kerumunan.

“Kita sudah mengingatkan  dan langkah-langkah sudah dilakukan. Namun ternyata kerumunan  tidak bisa dicegah. Artinya pencegahan gagal dan di sinilah kita berharap, ada satu kesadaran bahwa pengetahuan tentang Covid-19 ini harus ditingkatkan,” ujar Doni.

Dibutuhkan kesadaran, kesabaran, dan keikhlasan untuk bisa menahan diri. Jangan membuat acara yang dapat membahayakan kesehatan.” Kita semua harus menggelorakan, menolak semua kegiatan yang dapat menimbulkan ancaman akibat melanggar protokol kesehatan,” tegasnya. (Sup)***

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: