Jumat, 26 Februari 2021

Rumah Warga Sasak Dipel Kotoran Kerbau

Rumah warga Sasak yang sudah menggunakan tembok.

 

RUMAH-RUMAH warga Sasak dibangun berderet memanjang, hanya menyisakan sedikit lahan untuk jalann umum di bagian depan atau samping rumah. Bahkan sebagian lainnya dibangun berhimpitan. Rumah-rumah mereka didirikan mengikutin kontur tanah secara alami. Karena itu, posisinya ada yang di atas dan di bawah. Rata-rata luas bangunan yang dimiliki warga Sasak 7 x 5 meter.

Atap rumah Sasak terbuat dari jerami atau ilalang dan berdinding anyaman bambu (bilik). Sementara lantainya tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami. Kombinasi material seperti itu, membuat lantai tanah menjadi padat, tidak ubahnya seperti lantai bersemen. Bahkan untuk pemeliharaan, lantai rumah mereka secara rutin dipel dengan kotoran kerbau.

Resep kotoran kerbau ini diperoleh secara turun temurun. Selain menguatkan lantai, juga diyakini bisa mengusir nyamuk. “Waduh bau tai munding, anyar keneh jigana,” ujar Mahesa (58) wisatawan asal Bandung beberapa waktu lalu, sambil menutup hidung. Memang hari itu, pelancong dipersilakan masuk rumah yang baru saja lantainya dipel dengan kotoran kerbau di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kec. Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Menurut Talib, pemandu wisata setempat, selain fungsi bagi kesehatan dan bangunan, penggunaan kororan kerbau juga memiliki nilai filosofis bagi warga Sasak. Selama ini, jika ada  upacara-upacara adat, warga Sasak selalu menyembelih kerbau atau sapi. Sebagai bentuk penghormatan kepada hewan yang dikorbankan, maka kotorannya digunakan untuk pemeliharaan bangunan penduduk.

Pengepelan lantai biasanya  dilakukan seminggu dua kali. Bagi orang luar, bau kotoran hewan itu cukup menyengat. Tapi karena sudah terbiasa, indra penciuman orang Sasak tidak terganggu. Sementara itu penggantian atap ilalang dilakukan antara 5 sampai 15 tahun. Hal itu amat bergantung pada kerapatan pemasangan. Makin rapat, akan semakin baik dan tahan lama. Semua bahan untuk bangunan rumah diperoleh dari lingkungan sekitar mereka.

Harus merunduk

Setiap orang yang masuk ke rumah warga Sasak, harus merunduk. Sebab pintu sengaja dibuat lebih pendek. Makna di filosofinya, siapapun yang masuk harus menghormati pemilik rumah. Rumah dibagi ke dalam dua bagian, yaitu bagian luar sebelah kanan untuk orang tua dan sebelah kiri anak laki-laki plus ruang tamu. Bagian dalam, tempat anak gadis, melahirkan dan dapur.

Dari bagian luar ke bagian dalam dihubungkan dengan tiga anak tangga. “Semua rumah adat di sini memiliki tiga anak tangga. Ini makna penghormatan, yang dilandasi nilai-nilai Islam. Tangga paling atas itu bermakna Tuhan, kedua ibu dan ketiga ayah,” ujar Talib sambil menambahkan, meski warga Sasak seratus persen Muslim tapi dalam kehidupan sehari-hari ada campuran kepercayaan Islam, Hindu dan animisme.

Orang sasak menyebut bangunan dengan istilah bale (balai).  Sedikitnya ada delapan macam bale yang ada di tengah masyarakat Sasak. Yaitu bale tani, bangunan rumah untuk tempat tinggal; bale jajar, rumah tinggal golongan ekonomi menengah ke atas;  bale berugaq/sekepat, berbentuk segi empat bujur sangkar tanpa diding berfungsi untuk meneria tamu; bale sekenam, seperti sekepat tapi dengan enam tiang dan ukurannya lebih besar, berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar, penanaman nilai-nilai budaya dan pertemuan internal keluarga.

Kemudian bale bonter, rumah yang dimiliki para pejabat desa atau dusun, yang dibangun di tengah-tengah pemukiman atau pusat pemerintahan; bale beleq bencingah, berfungsi untuk kegiatan besar kerajaan, seperti upacara pelantian pejabat kerajaan; bale tajuk, bangunan pendukung bagi rumah tinggal keluarga besar, berbentuk segi lima dan dipakai untuk kegiatan keluarga besar.

Lalu bale gunung,  yang dibangun warga yang tinggal di lereng gunung; bale balaq, dibangun untuk menghindari banjir karena itu biasanya berbentuk rumah panggung. Ada bangunan pendukung lainnya yang disebut sambi yang berfungsi sebagai lumbung hasil pertanian. (Enton Supriyatna Sind) ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: