Sabtu, 24 Juli 2021

Pandemi Covid-19, Pasien Penyakit Kelamin Meningkat

Ilustrasi: halodoc.com

KARAWANG.- Pasien penyakit kelamin di RS Karawang meningkat tajam pada masa pandemi Covid-19 dibanding sebelumnya. Mereka adalah pria lajang yang menyalurkan hasrat seksualnya kepada pekerja seks komersial (PSK). Hal itu dilakukan karena mengalami kejenuhan, tidak bisa bepergian jauh dan  aktivitas lainnya terhambat.

“Sebelum pandemi berlangsung,  kunjungan pasien penyakit kelamin ke RSUD Karawang berkisar enam orang per bulan. Tetapi saat pandemi bisa mencapai 15 orang per bulan. Peningkatannya dua kali lipat dibanding sebelum adanya wabah virus corona,”kata Fitra Hergyana, dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD Karawang, Minggu (8/11/2020).

Peningkatan jumlah pasien sakit kelamin selama pandemi tersebut, merupakan hasil pencatatan yang dilakukan Skin17DR, yakni komunitas dokter spesialis kulit dan kelamin lulusan Fakultas Kedokteran Unpad. Fitra Hergyana merupakan salah seorang anggota komunitas tersebut.

“Berdasarkan data, para pasien yang terjangkit penyakit kelamin merupakan pria yang belum menikah alias lajang. Mereka tertular penyakit kelamin karena sering ‘jajan’ atau menyewa jasa PSK. Mereka mengaku tidak beristri,” kata Fitra.

Mereka mengeluhkan terjadinya borok pada kelamin, bengkak pada buah zakar, bahkan keluar nanah dari kelamin hingga dubur. Sedangkan penyakit yang dialami pasien biasanya sifilis, gonore, chalamydia,  dan trychominiasis. Jika tidak diobati, akan berakibat kemandulan, kebutaan, bahkan kematian. Namun bisa disembuhkan jika ditangani secara dini.

Daerah lain

Fitra juga mengungkapkan, peningkatan pasien penyakit kelamin terjadi pula di Sumatera, Banten, Bandung dan Lombok. Data itu diperoleh dari hasil pantauan anggota komunitas Skin17DR.  “Salah satu penyebab kenaikan penyakit kelamin adalah intensitas hubungan seksual yang meningkat saat pandemi. Saat pandemi ini banyak karantina, sehingga orang banyak waktu untuk berhubungan badan,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat bersabar dan meningkatkan keimanan. Mereka yang bosan berada di rumah terus menerus lebih baik menyalurkan hobi dengan kegiatan lain yang bermanfaat seperti bertani atau menata rumah. Kemudian, tingkatkan ibadah dan hindari membuka konten negative lewat internet. (Hari)***

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: