Selasa, 21 September 2021

5.000 Jiwa Korban Banjir Bandang

Sumber: BPBD Garut

GARUT.- Hujan deras yang mengguyur wilayah Garut selatan pada Minggu (11/10/2020) malam hingga Senin (12/10/2020) dini hari, mengakibatkan banjir bandang. Diperkirakan ribuan rumah diterjang air yang  meluap dari sungai besar yang ada di Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, dan Cibalong.  Sedikitnya ada 5.000 jiwa yang menjadi korban.

“Dari tiga kecamatan itu,  wilayah Pameungpeuk merupakan yang paling parah. Semuanya ada enam kecamatan yang terkena bencana pada waktu yang bersamaan. Tiga lainnya adalah Cisompet, Peundeuy, dan Pamulihan. Kejadian longsor dan pergerakan tanah terjadi di tiga wilayah tersebut,” katanya di sela kegiatan poeninjauan banjir di kawasan Pameungpeuk,” kata Bupati Garit Rudy Gunawan yang meninjau lokasi kejadian di Pameungpeuk, Senin (12/10/2020).

Sementara itu Iwan Darmawan, Kepala Desa Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk, mengungkapkan, “Air Sungai Cipalebuh meluap sangat besar. Di Desa Mandalakasih saja ada ribuan rumah yang diterjang air. Di desa lainnya juga begitu, banya yang terendam,” katanya.

Di Desa Mandalakasih, rumah yang terendam banjir tersebar di Kampung Asisor, Sukapura, Sukagalih dan yang paling parah di Kampung Leuwisimar. Dalam peristiwa itu tidak ada ada korban jiwa.  Warga sudah waspada ketika terjadi luapan air sungai sejak pukul 04.00 subuh, dan segera menyelamatkan diri ke daerah yang aman.

Pemerintahan setempat kemudian menyiapkan tempat pengungsian  di sejumlah titik yang dinilai aman, antara lain kantor  kecamatan, kantor desa, dan kantor Koramil. Sejauh ini belum ada data tentang jumlah kerugian material yang diderita warga.  “Yang jelas, nilainya besar. Karena banyak barang milik  warga yang rusak dan terbawa hanyut,” kata Iwan.

Sedangkan di Kecamatan Cibalong, luapan air menerjang Desa Mekarsari, Karyamukti, Mekarmukti, Mekarwangi dan Karyasari. Di Kampung Cibekos, bencana longsor menyebabkan sedikitnya 10 kepala keluarga dengan jumlah 45 jiwa, harus meninggalkan rumah mereka. Di  Desa Mekarsari, dua jembatan yang ada di Kampung Bangbayang dan Kampung Rancahayam terputus.

“Ada lima desa yang terdampak akibat luapan air lima sungai yang cukup besar yaitu Cibera, Cibaregbeg, Cibaluk, Cisanggiri, dan Ciawi. Menurut data sementara, ada ribuan rumah yang menjadi korban. Akibat dua jembatan putus,  ada sekitar 400 kepala keluarga di Kampung Bangbayang yang terdiri dari tiga rukun warga (RW) dalam satu dusun terisolir,” kata Camat Cibalong, Aris Riswandi. Diharapkan secepatnya ada bantuan bagi para korban, terutama makanan cepat saji.

Data sementara

Menurut data sementara dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah Kabupaten Garut, ada tiga kecamatan yang terdampak akibat meluapnya Sungai Cipalebuh,  Cikaso dan Cibera. Ketiganya adala Kecamatan Pamempeuk (10 desa),  Kecamatan Cibalong (3 desa), dan Kecamatan Cikelet (1 desa). Di  Pameungpeuk dua jembatan rusak, di Cibalong 110 rumah terendam dan sebuah jembatan rusak, dan di Cekelet akses jalann tergenang.

Banjir bandang juga mengakibatkan terganggunya pasokan listrik akibat adanya sejumlah gardu PLN yang terendam. General Manager PT PLN (Persero) Unit Jawa Barat, Agung Nugraha, menerangkan sedikitnya terdapat 298 gardu PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat yang berada di wilayah selatan Garut, terkena dampak dari peristiwa banjir bandang. Saat ini, gardu-gardu tersebut masih terendam banjir sehingga tak bisa berfungsi dengan baik. (Pri)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: